|
'Lidah Mertua' Jitu Kurangi Polusi
Jakarta, 18 Mei 2008 Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin akan menggelar sebuah gerakan mengajak masyarakat untuk mengembangkan tanaman Sanseviera (lidah mertua) di berbagai sudut kota guna mengurangi polusi udara setempat. Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Banjarmasin, kepada wartawan, Minggu mengungkapkan hal tersebut, seraya menyebutkan selain mengurangi polusi tanaman hias tersebut sebagai sarana memperindah dan memperteduh kota. "Kita selalu melakukan penananam tanaman hias di berbagai sudut kota, dan aneka tanaman sudah menghiasi kota ini, tapi pengembangan tanaman sanseviera baru akan dilakukan skala besar," kata Mantan pejabat Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kota (Bapedalko) Pengembangan tanaman sanseviera skala besar ini setelah diketahui berdasarkan penelitian tanaman ini mampu mengurangi polusi udara. Mengingat kota Banjarmasin kadar polusi udara cukup tinggi maka pengembangan tanaman ini dinilai sangat baik. Pemko sendiri akan mengumpulkan bibit sanseviera skala besar kemudian menanam di lahan-lahan kosong kota, serta kawasan pertamanan, media jalan dan perkantoran, harapannya pengembangan serupa juga dilakukan masyarakat di perkantoran, pasar, lokasi pemukiman penduduk dan fasilitas umum dan ruang terbuka hijau lainnya. Dalam upaya menghijaukan Kota Banjarmasin, selain pengembangan sanseviera juga banyak upaya lain dilakukan termasuk mensyaratkan pasangan yang akan menikah harus menanam dua bibit penghijauan di pekarangan rumah atau ruang terbuka lainnya. Berdasarkan catatan tanaman sansevira disebut pula sebagai tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Berdasarkan catatan tersebut bukan sebatas tanaman hias, lidah mertua juga berguna untuk penyubur rambut, pengobatan diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Keistimewaan yang lain dari tanaman ini yaitu kemampuannya menyerap bahan-bahan beracun.Selain menyerap carbon dioxide, tanaman ini juga dapat menyerap benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene. Konon di Jepang, tanaman ini biasanya digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan.Tanaman ini jenisnya banyak sekali. Dapat dilihat di sini. Jenis yang saya miliki seperti yang dapat dilihat di foto.Warna umumnya yaitu kuning hijau. Perbanyakan tanaman ini biasanya melalui rhizome. Kemampuannya tumbuh di tempat dengan sedikit cahaya matahari dan air membuatnya cocok sebagai tanaman hias dalam ruangan. Sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang tumbuh memanjang ke atas (berukuran berkuran 50-75 cm) dan berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset (panjang 8 cm, lebar 3-6 cm). Kelompok panjang memiliki daun meruncing bak mata pedang sehingga dikenal pula sebagai tanaman pedang-pedangan. Daun tumbuhan ini tebal dan banyak mengandung air (sukulen). Oleh karena itu, ia sangat tahan kekeringan. Akan tetapi, dalam kondisi lembap atau basah, ia juga bisa tumbuh subur. Warna daunnya beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan ada juga yang berwarna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Demikian pula motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun sangat beraneka. Ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag. Daun tersebut tumbuh langsung dari rimpang akar di dalam tanah. Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. Penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi tersebut. Lidah mertua mampu memberikan napas segar bagi ruangan di mana ia ditempatkan karena sepanjang hidupnya ia terus-menerus menyerap zat berbahaya di udara. Source : www.kapanlagi.com
|