|
Operasi Penurunan Berat Badan Bisa Sembuhkan Diabetes
Jakarta, 23 November 2008 Studi baru yang disiarkan di Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa operasi penurunan berat badan dapat mengobati diabetes, demikian laporan media AS. Dalam studi tersebut, beberapa peneliti Australia mendapati bahwa pasien yang menjalani operasi untuk mengurangi ukuran perut mereka lima kali lebih mungkin untuk menghadapi kenyataan bahwa diabetes mereka hilang dalam dua tahun ke depan, dibandingkan dengan pasien yang menjalani perawatan kesehatan standar. "Itu adalah terapi terbaik bagi penderita diabetes yang kita miliki hari ini, dan resikonya sangat rendah," kata pemimpin penulis dalam studi itu Dr. John Dixon dari Monash University Medical School di Melbourne, Australia. Dixon dan rekannya mempelajari 60 orang bertubuh gemuk dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 tapi kurang dari 40. Indeks massa tubuh, atau BMI, adalah rasio tinggi berbanding berat badan. BMI 30 atau lebih besar dipandang kegemukan. Semua pasien tersebut kegemukan dan telah didiagnosis menderita diabetes jenis 2 selama dua tahun terakhir. Usia mereka rata-rata adalah 47 tahun. Separuh pasien menjalani operasi lingkar perut, dan kelompok lain menjalani perawatan normal penurunan berat badan; sepanjang studi itu, tim tersebut ingin melihat apakah penurunan berat tubuh melalui operasi dapat menjadi perawatan yang efektif bagi diabetes jenis 2. Sebanyak 75% pasien yang menjalani operasi lingkar perut mendapati diabetes mereka hilang dalam waktu dua tahun setelah operasi. Bagi mereka yang menjalani perawatan normal penurunan berat badan, hanya 13% dapat menghilangkan penyakit tersebut. Selain itu, mereka yang menjalani operasi perut kehilangan 20,7% berat tubuh mereka setelah dua tahun dibandingkan dengan kurang dari 1,7% mereka yang menjalani terapi normal penurunan berat badan. "Suatu temuan penting dalam studi ini ialah tingkat turunnya berat badan, bukan metodenya, tampaknya menjadi penggerak utama peningkatan glycaemic dan hilangnya diabetes pada pasien bertubuh sangat gemuk," kata Dixon. "Ini memiliki dampak penting, karena itu menunjukkan bahwa terapi intensif penurunan berat badan mungkin menjadi langkah pertama yang lebih efektif dalam mengatasi diabetes dibandingkan dengan perubahan gaya hidup yang sederhana," katanya. Namun Dixon menyatakan, "Sikap hati-hati diperlukan dalam menafsirkan manfaat jangka panjang dari operasi dan turunnya berat badan." Source : www.kapanlagi.com
|