|
Ditemukan Sumber Sel Induk Baru
Jakarta, 08 Jan 2007
Ilmuwan di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa
mereka berhasil menemukan sumber stem cell (sel induk)
terbaru yang kelak bisa digunakan untuk memperbaiki kerusakan organ
tubuh manusia.
Stem cell atau sel induk merupakan sel awal mula
yang menumbuhkan semua organ tubuh manusia dalam perkembangan embrio
manusia. Sel induk memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi
berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung,
sel otot rangka, dan sel pankreas. Sel induk juga mampu meregenerasi
dirinya sendiri.
Sel induk bisa ditemukan pada darah dalam ari-ari
dan tali pusar, serta sumsum tulang belakang. Penemuan terbaru yang
dilakukan oleh ilmuwan di AS menyebutkan mereka berhasil mengekstrak
sel dari cairan yang mengisi rahim di masa kehamilan dan menumbuhkannya
di laboratorium percobaan. Penelitian ini disebut merupakan cara
yang etis untuk mendapatkan sel induk.
Sebelum ini, para ilmuwan mendapatkan sumber sel
induk dari embrio hasil abortus, zigot sisa, dan hasil pengklonan.
Namun cara ini mendapat sandungan berupa masalah etika, karena setelah
sel induk didapatkan, embrio dimusnahkan. Para penentang riset ini
menyebut tindakan tersebut sebagai kanibalisme.
Sementara yang mendukung mengatakan bahwa terapi
sel induk merupakan penemuan mengagumkan dan memberikan harapan
nyata untuk mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, penyakit
kanker darah, parkinson atau alzheimer.
Diimplan pada tikus
Seperti dilaporkan dalam jurnal Nature Biotechnology,
para ilmuwan dari Wake Forest University School of Medicine, Texas,
AS, menyebut bahwa sel tersebut bisa ditumbuhkan pada jaringan berbeda
untuk mengobati penyakit.
Meski begitu, para ilmuwan di Inggris masih meragukan
kemampuan teknik tersebut. Mereka mengatakan menyatukan cairan air
ketuban dari banyak wanita tidak semudah itu.
Cairan ketuban mengandung jumlah sel yang sangat
banyak, dan kebanyakan berasal dari proses perkembangan janin.
Dalam risetnya, para ilmuwan asal AS tersebut mengambil
contoh cairan ketuban dari ibu hamil lalu mengembangkannya di laboratorium.
Hasilnya, sel tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi
berbagai variasi sel yang berbeda, seperti halnya sel induk.
Kemudian sel tersebut ditransplantasi pada tikus
untuk melihat bagaimana sel itu berkembang dalam mahluk hidup. Sekali
lagi, hasilnya mengagumkan. Sel induk berkembang dan mulai memproduksi
zat kimia tubuh baik di otak atau hati.
Sel induk tulang yang diperkenalkan sebagai sel
buatan yang diimplan pada tikus juga menampakkan cara kerja alami
dan berkembang layaknya sel tulang normal beberapa bulan kemudian.
Ilmuwan yang melakukan riset ini menyimpulkan bahwa
sel air ketuban juga memiliki kemampuan berproliferasi dan berdiferensiasi
menjadi berbagai jenis sel jaringan, serta berpotensi untuk terapi
penyakit, terutama pada anak-anak dari ibu yang cairan ketubannya
diambil, karena memiliki jaringan yang sama.
Penemuan sumber sel induk ini menjadi menarik karena
tidak menyebabkan pemusnahan embrio, seperti teknik yang sebelumnya
dipakai, dan telah menimbulkan perdebatan etika di seluruh dunia.
Menanggapi hasil tersebut, Profesor Colin McGuckin
dari Universitas Newcastle, yang meneliti penggunaan sel serupa
dari darah tali pusar, menyambut baik hasil penemuan tersebut.
"Akan lebih baik lagi jika semakin banyak
sumber untuk mendapatkan sel induk dari pasien," katanya. Namun
ia juga mengingatkan bahwa cairan ketuban memiliki kesulitan pada
banyak kasus.
"Jika kelahiran berlangsung normal, kita bisa
kehilangan cairan tersebut. Apalagi, kebanyakan wanita melahirkan
normal, yang berarti akan sulit mengumpulkan cairan tersebut,"
ujarnya.
Menurutnya, pengumpulan cairan hanya bisa dilakukan
jika seorang ibu melahirkan dengan operasi caesar.
Source: www.kompas.com
|