|
Mengenal Wasir dan Faktor Pemicunya
Jakarta, 19 Apr 2007
Mereka yang menghabiskan waktu seharian dengan
duduk lama harus waspada. Terlebih lagi kalau mereka ini hanya mengonsumsi
sedikit air dan sayuran. Bukan apa-apa, kalangan inilah yang berpotensi
besar terserang penyakit wasir atau ambeien.
Menurut Dr. Sutanto Gandakusuma, Ahli Bedah Rumah
Sakit (RS) Husada, Jakarta, hampir 70 persen manusia dewasa mempunyai
wasir, baik wasir dalam, wasir luar maupun keduanya. Namun tidak
semua penderita wasir ini memerlukan pengobatan. Hanya sebagian
kecil saja yang memerlukan pertolongan medis, yakni mereka yang
mengeluhkan pendarahan, adanya tonjolan dan gatal-gatal.
”Penyebab wasir sebenarnya sederhana, yakni saat susah buang
air dipaksakan mengeluarkan kotoran,” ujar Sutanto dalam sebuah
seminar mengenai wasir di RS Husada, Jakarta, akhir pekan silam.
Penyebab susah buang air ini adalah kurang minum, kurang makan serat,
kurang olah raga atau banyak duduk dan mengangkat yang berat-berat.
Solusi penyakit ini sebenarnya cukup gampang, yakni mengubah pola
hidup. Bagi mereka yang dalam profesinya banyak duduk seperti sekretaris
atau supir disarankan melakukan gerakan-gerakan lain, bukan hanya
duduk saja. Karena itu, menurut Sutanto, waktu istirahat alias coffe
break sangat penting dimanfaatkan.
Prosedur Pengobatan
Namun kalau sudah telanjur terserang wasir, apa boleh buat, harus
segera menjalani terapi yang diberikan ahli medis. Pada stadium
wasir ringan, dokter akan memberi obat-obatan jenis phlebodinamic
seperti ardium dan daflon atau memberi salep. Tujuannya tak lebih
adalah melancarkan sirkulasi darah di daerah anus dan menghilangkan
tonjolan, bengkak dan pendarahan.
Salep bertujuan mengurangi sakit, bengkak dan mencegah infeksi.
Apabila kondisi tidak juga membaik maka disarankan kembali ke dokter.
Menurut Sutanto, dengan ke dokter maka akan bisa dipastikan bahwa
penyakit ini memang benar wasir, bukan penyakit yang lebih serius
seperti kanker.
”Tidak semua pendarahan dari dubur adalah hemorhoid atau wasir,”
jelas Dr. Lie Agustinus Dharmawan, Kepala bagian Bedah RS Husada
dalam kesempatan serupa. ”Setiap pendarahan dari dubur harus
ditanggapi serius.” Bisa saja pendarahan ini berasal dari
saluran cerna seperti usus halus, usus besar, mulut, kerongkongan
dan lain-lain. Bila pendarahan berasal dari sini maka bisa saja
disebabkan oleh tukak lambung, kerusakan pembuluh darah, kanker
dan sejenisnya.
Untuk memastikan adanya kelainan-kelainan ini perlu diadakan diagnosa,
mengetahui riwayat penyakit, inspeksi serta penginderaan melalui
endoskopi dan angiografi.
Setelah dipastikan bahwa seorang pasien memang menderita wasir maka
dokter bisa mengambil tindakan seperti penyuntikan. Tindakan lain
adalah ligasi atau pencekikan wasir dengan gelang karet.
Dengan dicekiknya wasir tersebut maka wasir akan mati dan rontok.
Menurut Sutanto, tindakan ini tepat untuk wasir yang berada di dalam
dan berukuran agak besar. Jika pasien atau dokter sama-sama bersedia
melakukan prosedur operasi, maka bisa dilakukan operasi.
Baru-baru ini telah dikembangkan alat operasi baru yakni stapler
yang dapat memotong dan menjahit sekaligus usus di atas wasirnya,
sehingga wasir secara otomatis terangkat ke atas. Tindakan ini hanya
untuk wasir dalam saja. Keuntungan pemakaian stapler adalah penderita
sama sekali tidak merasakan nyeri.
Makanan Berserat
Walau bisa diatasi, tentu saja tidak seorang pun bersedia mengalami
pelbagai tindakan ”mengerikan” seperti ini. Ada baiknya
jauh-jauh hari, di saat kondisi masih normal, orang menghindari
faktor penyebab wasir.
Sebenarnya, apa faktor terbesar dari pemicu wasir? Menurut Dr. Ekky
M. Rahardja, Unit Gizi Medik instalasi Gizi RS Husada, wasir kerap
dihubungkan dengan kelemahan bawaan dinding vena, penekanan oleh
rahim selama kehamilan, dan terhambatnya aliran darah vena oleh
kontraksi otot dinding rektum selama buang air besar.
Karena itu, mereka yang punya keluhan sulit buang air besar biasanya
diikuti dengan gejala wasir. Solusi satu-satunya adalah mengubah
pola makan dari rendah serat ke makanan kaya serat.
Serat makanan adalah substansi makanan berasal dari nabati yang
tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia. Substansi tersebut
berasal dari dinding sel atau bagian lain.
Meski tidak tergolong sebagai zat gizi, makanan berserat merupakan
komponen penting dalam makanan sehari-hari. Ini disebabkan serat
bisa menjaga kesehatan gusi dan gigi, mengendalikan berat badan,
mengendalikan kadar gula dan lemak darah, meningkatkan penyerapan
kalsium dan memperlancar buang air besar. Yang terakhir ini paling
erat hubungannya dengan wasir.
”Setelah sebagian besar zat gizi diserap usus halus maka residunya
dipindahkan ke usus besar di mana terjadi proses fermentasi feses
atau kotoran ke bagian distal,” jelas Ekky yang juga dosen
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara ini dalam kesempatan
sama.
Pada kondisi kekurangan serat, massa feses menjadi terlalu sedikit
untuk dapat didorong keluar oleh gerak peristaltik usus. Oleh karena
itu makanan sehari-hari harus mengandung cukup serat disertai cukup
minum. Konsumsi serat yang dianjurkan adalah sekitar 30-35 gram
per hari.
Konsumsi serat sehari-hari dianggap cukup kalau seseorang sama sekali
tidak menderita gangguan buang air besar. Aktivitas buang air besar
yang normal adalah dilakukan sedikitnya sekali dalam sehari dan
sama sekali tidak mengalami kesulitan apa-apa, yakni tanpa disertai
rasa sakit.
Bagi pasien penderita wasir, perlu diberikan makanan serat ekstra.
Konsumsi air minum sedikitnya dua liter atau delapan gelas dalam
sehari. Ditambah menu makanan yang kaya serat seperti sereal dan
umbi dari beras tumbuk, beras merah, ketan hitam, gandum, havermouth,
jagung, ubi dan singkong. Sumber serat lain adalah kacang-kacangan,
sayuran hijau, buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya dan jelly
atau agar-agar.
Source: www.sinarharapan.co.id
|