| Berteman dengan Diabetes
Jakarta, 01 July 2007
Tahu penyakit kencing manis? Seumuran kalian pun bisa terkena penyakit yang biasa disebut diabetes itu lho.
Terkena diabetes di masa belia ternyata amat mungkin terjadi lho. Bahkan, belakangan ini, makin banyak anak-anak usia sekolah --juga yang lebih dini lagi-- yang terdeteksi mengidap diabetes melitus (DM) tipe satu. Maksudnya? ''Mereka yang menderita DM tipe satu, pankreasnya tidak dapat memproduksi insulin,'' jelas dr Aman Bhakti Pulungan SpA.
Mereka yang mengalaminya mesti mendapat suntikan insulin setiap hari. Tiap hari? ''Ya, kalau tidak, risikonya besar bagi kesehatan diabetesi,'' ungkap dr Aman, pakar endokrinologi dari Bagian Ilmu Kedokteran Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Banyak orang tua dan tentunya diabetesi --sebutan untuk penderita DM--cilik yang keheranan mengapa penyakit itu muncul di usia belia. Hingga kini, penjelasan rinci yang mampu menjawab tanda tanya besar tersebut memang belum ada. ''Kemungkinan faktor genetik, lingkungan, dan infeksi virus ikut berperan,'' ujar dr Aman yang praktek di RS Pondok Indah dan Klinik Anakku Cinere.
DM tipe satu biasanya timbul secara tiba-tiba tuh. Kemunculannya didahului oleh penurunan berat badan secara drastis, nafsu makan yang besar, sering buang air kecil, dan mengompol di waktu tidur. ''Penderitanya harus rutin mengontrol kadar gula darahnya,'' kata dr Aman menyarankan.
Sebelum terdiagnosis DM tipe satu, Caroline yang masih berusia 12 tahun sempat seminggu diopname di ruang perawatan intensif di rumah sakit. Begitu pula Yuni Asri (10 tahun) yang akrab disapa Nia. Saat dibawa ke rumah sakit, kadar gula darah Nia amat tinggi, 430 mg/dL. Seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dL dan pada tes sewaktu lebih dari 200 mg/dL.
Meski segudang tanya belum terjawab, Caroline, Nia, dan keluarganya masing-masing tak mau larut dalam kesedihan. Mereka memilih untuk tegar dan membantu Caroline menatap masa depan. Caroline dan Nia menjalani hari-harinya seperti anak-anak lainnya.
Hitung kalori
Diabetesi cilik memang tak ada bedanya dengan anak kebanyakan. Mereka bebas beraktivitas dan makan apa saja yang disukainya. ''Hanya, jumlah kalori yang masuk harus dihitung dan khusus untuk DM tipe satu tak boleh lupa menyuntik insulin tiap harinya,'' imbuh dr Bambang Tridjaja SpA, saat Accu-Chek Art Contes, akhir pekan lalu (24/6).
Sulitkah menghitung kalori? Begini rumusnya, kalikan usiamu dengan angka seratus. Lantas, jumlahnya ditambah 1000. Hasil penjumlahan menentukan total kalori yang dibutuhkan tubuh tiap harinya. Artinya, Kevin yang berusia delapan tahun, memerlukan 1.800 kalori per hari. Agar lebih mudah mengatur asupan kalorinya, Kevin tak sungkan membuka diri tentang penyakitnya. Kepada teman-temannya, Kevin mengatakan dirinya terkena diabetes. ''Jadi, waktu keluar main, saya tidak mudah tergoda jajan yang berlebihan,'' ungkapnya.
Terkena kencing manis bukan berarti menutup kesempatan diabetesi untuk menyantap makanan dan menikmati minuman yang serba manis. Kevin, contohnya, masih bisa merasakan kesegaran es krim. ''Es krim boleh saja dinikmati tetapi harus diingat, satu cup mengandung 90 kalori,'' kata dr Bambang mengingatkan.
Jika tak menjaga pola makan dan tidak diberi suntikan insulin untuk yang DM tipe satu, diabetesi belia dihadapkan pada sejumlah risiko kesehatan. Mulai dari penurunan atau kenaikan kadar gula darah, kejang, sampai ngaco dalam berbicara dan bertindak. ''Karena itu, kalori yang masuk ke tubuh diabetesi tak boleh melebihi kebutuhan,'' kata dr Bambang.
Diabetesi belia amat disarankan untuk berolahraga. Kegiatan mengolah tubuh bermanfaat untuk meminimalkan kebutuhan insulin. ''Di samping itu, kerja insulin juga makin bagus pada orang yang berolahraga,'' imbuh dr Bambang yang praktik di RS Hermina, Jatinegara, Jakarat Timur.
Masa depan
Sahabat belia tahu Halle Berry? Itu lho, pemenang Piala Oscar 2002 dalam film Monster's Ball. Artis Hollywood yang pernah main dalam Charile's Angels ini tak segan mengumumkan dirinya sebagai diabetesi tipe satu. Kesuksesan seperti yang diraih Halle Berry juga bisa dicapai oleh diabetesi cilik kelak. Sebagai penderita diabetes, hampir tak ada aktivitas yang tidak boleh dilakukan. Toh, kesuksesan tentunya terpulang kepada seberapa besar upaya yang dikerahkan untuk menggapainya!
Diabetesi cilik bebas bercita-cita menjadi apa saja. Salah satu pasien dr Aman di RSUPN Cipto Mangunkusumo malah tercatat sebagai mahasiswa kedokteran. ''Salah seorang Miss America juga diabetesi, lho,'' kata dr Aman. Bisakah diabetesi menjadi pilot? Sebetulnya, bisa saja. Namun, ia harus ketat menjaga kadar gula darahnya. ''Kalau tiba-tiba kadar gula darahnya anjlok saat mengemudikan pesawat, kan berbahaya bagi nyawa penumpang,'' dr Aman menandaskan.
Source: www.republika.co.id
|