|
Diabetes dengan Terapi Khusus
Jakarta, 08 Mei 2007
Jumlah penderita diabetes atau penderita kencing manis di Indonsia kian, tahun kian meningkat. Saat ini, jumlah penderita diabetes meningkat lebih dari 20 persen disebabkan gaya hidup dan kekhasan makanan di Indonesia yang banyak menggunakan bumbu-bumbu yang bisa memicu diabetes.
Jika orang merasakan haus dan lapar yang tidak lazim, lalu tiba-tiba penglihatan kabur dan kegemukan yang dibiarkan bertahun-tahun maka berhati-hatilah, karena itu merupakan ciri-ciri penyakit diabetes.
Jika sudah mengidap penyakit ini, tidak sedikit penderita secara psikologis dan psikisnya terganggu. Karena umumnya penyakit diabetes memberi dampak komplikasi yang cukup mengkhawatirkan. Seperti kelumpuhan, luka yang sulit disembuhkan, bahkan penyakit pengikut.
Untuk mengatasi diabetes, perlu penanganan khusus yaitu metode terapis kedokteran yang komprehensif. Selain pengobatan medis, pasien juga diterapis secara psikologis berupa pendidikan tentang diabetes.
Dengan diabetes, bukan berarti penderitanya menjadi orang yang tidak normal, hanya saja si penderita memiliiki keterbatasan seperti aktifitas dan pola yang harus diperketat. Dengan modal terapi di pusat diabetes sebuah rumah sakit, diharapkan pasien diabetes bisa menjaga kualitas hidupnya dengan baik.
Source: news.indosiar.com
 |
 |
|