|
Kurang asupan gizi, penderita sindroma metabolik semakin banyak
17 Februari 2006
Kumpulan penyakit akibat pola hidup yang tidak sehat, baik dari segi pengaturan makanan yang kurang benar, maupun kurangnya gerakan fisik atau yang biasa disebut Sindroma Metabolik (metabolic syndrome ), dewasa ini penderitanya semakin banyak. Hal ini juga karena kurangnya memperhatikan asupan makanan yang bergizi, selain itu semakin berkembangnya teknologi, mengakibatkan banyak masyarakat yang kurang gerakan fisiknya.
Kepala Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo, Prof Dr Askandar Tjokroprawito SpPD, ditemui di RSU dr Soetomo, Kamis (16/2) mengatakan, ada sedikitnya 10 jenis penyakit berbahaya yang termasuk dalam sindroma metabolik akibat pola hidup yang tidak benar. Berawal dari pola hidup yang tidak sehat, menyebabkan obesitas abdominal atau lingkaran perut pada laki-laki yang sudah lebih dari 90 cm, dan pada perempuan di atas 80 cm. Kandungan lemak yang berlebihan pada bagian perut, akan rentan muncul penyakit lain seperti diabetes. Selain karena kegemukan, sindroma metabolik akan terjadi bila, gula darah saat puasa di atas 100 mg/dl, tekanan darah di atas 130/85 mmHg, dalam darah di atas 150 mg/dl, dan kolesterol-HDL di bawah 40 mg/dl atau pada di bawah 50 mg/dl. Dijelaskan Askandar, sindroma metabolik jika sudah pada stadium 3, akan terjadi penyakit pre-diabetes melitus (DM) dan DM tipe 2. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka akan semakin parah atau stadiumnya akan meningkat menjadi stadium 4. Pada kondisi seperti itu, seperti jantung koroner, stroke, dan beragam penyakit berbahaya lainnya bisa muncul. DM tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, pada anak-anak usia antara 13 tahun hingga 20 tahun, diabetes melitus yang disebut DM-Adolescent yang disebabkan berat badan berlebihan, juga sangat mungkin terjadi. ”Sekarang ini banyak anak-anak yang sangat kurang bergerak. Mereka juga tidak memperhatikan makanan. Anak-anak sering tidak bisa mengontrol cara makan, karena mereka masih menggantungkan perhatian orangtuanya. Jadi orangtua yang harus jeli mengontrol makanan anaknya,” tuturnya. Ada sejumlah petunjuk untuk hidup sehat, antara lain mengurangi konsumsi gula berlebih, membatasi makanan seperti jerohan, unggas, kaldu, dan sarden. Selain itu, makanan seperti telur, keju, udang, kerang, santan, juga harus dibatasi. Pada penderita tekanan darah tinggi, konsumsi garam juga harus dibatasi. Selain itu, yang harus ditekankan yaitu menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta mengusahakan tidur minimal 6 jam sehari, dan melakukan aktivitas yang cukup terutama olahraga.
Source: http://www.jatim.go.id
 |
 |
|