<< Back to Index News

Menyiasati Wasir Selama Kehamilan

Jakarta, 12 Mar 2007

Membicarakan wasir ibarat mengungkapkan kalau kita punya bisul yang berusaha disembunyikan. Namun sepandai apapun kita menutupi, tapi kalau sakitnya tak tertahankan bisa apa?

Wasir bukanlah suatu penyakit, melainkan pelebaran pembuluh darah vena pada daerah rektum dan perianal (sekitar anus). Selama masa kehamilan biasanya wasir muncul dan menimbulkan gangguan bagi penderitanya.

Menurut DR. dr. Ichramsjah A. Rachman, Sp.OG, kurang lebih 24,8% ibu hamil menderita wasir. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan ambeien atau dalam istilah kedokterannya hemorrhoid, ditandai dengan adanya perubahan pada bantalan pembuluh darah di dubur (corpus cavernosa recti) berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah serta jaringan di sekitarnya.

Sesungguhnya fungsi dari bantalan itu sendiri adalah sebagai klep atau katup yang membantu otot-otot dubur untuk menahan feses. Bila karena salah satu sebab terjadi gangguan aliran darah, maka pembuluh darah ini akan melebar dan membengkak, keadaan inilah yang disebut wasir dalam (hemorrhoid interna). Selain itu, ada pula wasir luar (inkarserasi), dimana kulit sekitar anus membengkak karena pelebaran pembuluh darah balik di bawah kulit.

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya wasir, antara lain:

1.
Faktor keturunan.
Jadi jika riwayat ibu punya wasir, maka besar kemungkinan anak akan mengalaminya juga.
2.
Sering mengejan akibat susah buang air besar.
Susah buang air besar, umumnya diakibatkan kurang minum, kurang makanan berserat, kurang berolahraga atau terlalu banyak duduk di toilet dan mengangkat beban yang berat-berat.

Selama masa kehamilan, wasir diperberat pula oleh adanya perubahan hormonal, pelebaran dan penambahan pembuluh darah, serta peningkatan aliran darah ke daerah kandungan. Selain itu, terjadinya pembesaran kandungan dan desakan kepala janin dapat menyebabkan gangguan dan komplikasi terhadap pembuluh darah di sekitar kandungan. Akibatnya, bagi wanita hamil yang memang sebelumnya sudah menderita wasir dapat menambah parah penyakitnya itu.

Umumnya pada masa kehamilan, gejala wasir baru muncul memasuki trimester kedua akibat rahim dan janin yang mulai membesar. Ada banyak gejala yang menyertai penyakit wasir, tapi keluhan-keluhan yang kerap dirasakan adalah rasa sakit, nyeri atau gatal di anus. Namun ada juga ibu hamil yang mengeluhkan munculnya wasir saat bulan-bulan pertama kehamilan.

Gejala lanjutan lain yang sering dijumpai adalah perdarahan dari anus. Darah yang menetes biasanya sedikit, tetapi bisa juga cukup banyak bahkan kadang-kadang menetes keluar. Umumnya darah yang keluar berwarna merah segar.

Penderita biasanya tidak mengeluhkan rasa sakit yang amat sangat, tetapi aktivitasnya sehari-hari dapat amat terganggu. Sebagian ada yang hanya merasa bagian anusnya terganjal atau ada yang keluar sementara setelah buang air besar. Kondisi itu lantas menyebabkan perasaan buang air besar yang belum tuntas sehingga yang bersangkutan sering mengejan lebih kuat yang menyebabkan wasir bertambah parah.

Wasir tingkat lanjut akan ditandai dengan munculnya prolaps atau wasir yang menonjol. Akibatnya, fungsi penutup dari otot-otot anus dapat terganggu. Inilah yang kerap menyebabkan cairan dari usus keluar sehingga penderita mengeluhkan adanya bercak-bercak kotoran pada pakaian dalamnya.

Rasa sakit dapat pula terjadi pada tingkat lanjut jika terjadi trombosis (gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah). Kondisi ini umumnya terjadi pada wasir luar yang terjepit.

Bagaimana tindakan medis pada masa kehamilan? Tindakan bedah untuk mengatasi wasir yang telah akut ataupun ligasi (pencekikan wasir dengan karet) tidak dibenarkan bila dilakukan pada masa kehamilan, karena akan menimbulkan komplikasi pada kehamilan dan janin.

Satunya-satunya yang paling aman adalah dengan melakukan pengobatan sebelum persalinan, kata Dr Ichramsjah. Lagi pula, langkah pengobatan sebelum persalinan jauh lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya.

Bagaimana pencegahan wasir yang efektif? Bagi wanita yang sedang hamil, cobalah untuk mengubah gaya hidup demi menghindari timbulnya wasir, antara lain:

1. Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar.
2. Lakukan aktivitas buang air besar secara rutin. Misalnya sekali sehari.
3.
Yang paling aman adalah buang air besar dengan WC jongkok, karena dengan berjongkok tidak terjadi hambatan pembuluh darah. Sebaliknya pada saat duduk, ada hambatan pembuluh darah di wilayah anus. Namun hal ini masih harus diteliti lebih lanjut.
4. Berolahraga-lah secara teratur.
5.
Perbanyak makanan yang kaya akan serat.
Konsumsi serat yang dianjurkan adalah sekitar 30 ­ 35 gram per hari. Bahan makanan yang kaya akan serat adalah sereal, beras tumbuk, beras merah, ketan hitam, gandum, jagung, singkong, sayuran hijau atau agar-agar.
6. Banyak minum air, paling sedikit 2 liter atau 8 gelas per hari.
7.
Harus diwaspadai pula, wasir sering kambuh walau sudah dilakukan pengobatan. Maka, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Source: www.hanyawanita.com