| Diare? Penyakit
Pengintai Para Pemudik
Jakarta, Senin 10 Oktober 2005
Mudik sekarang ini menjadi sebuah kebutuhan rohani ketimbang sebagai
kegiatan budaya.
Hal ini terutama dirasakan oleh kaum urban yang merantau dan tinggal
jauh dari tanah kelahiran. Selain menyegarkan jiwa karena tali silaturahmi
bisa terus dipelihara, juga membuat orang panjang umur karena saat
mudik rasa disentuh, disapa, dan dianggap sebagai “orang”
muncul kembali.
Begitulah setidaknya cerita dari Dr. Hendrawan Nadesul mengawali
seminar bertajuk Mudik Related Diseases yang diselenggarakan oleh
Ikatan Dokter Indonesia cabang Jakarta dan Imodium di Gedung Prof.
Dr. Satrio RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, Dr. Marcellus Simadibrata K., Sp.PD-KGEH, Ph.D, dan
Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM,
menyebutkan bahwa mudik sering disertai dengan beragam masalah kesehatan.
Yang paling sering terjadi adalah timbulnya diare. Munculnya diare
turis (traveler’s diarrhea) ini karena seringkali dalam perjalanan
mudik kita terkondisikan dengan situasi yang tidak bersih dan menyehatkan,
misalnya kamar mandi atau air yang kotor di tempat pemberhentian.
Kadang kita lalai sehingga jajan di sembarang tempat. Padahal,
makanan atau minuman yang kita konsumsi mengandung bakteri, seperti
Escherichia coli enteroksigenik (ETEC), Shigellae species, Salmonella
species, Campylobacter jejuni, Vibrio species, Yersinia enterocolitica,
atau virus Norwalk, Rotavirus, Entero virus, serta parasit lainnya.
Karena itu, setiap kita bepergian atau melakukan perjalanan jauh
seperti mudik, sebaiknya berusaha menghindari makanan atau minuman
yang terkontaminasi, memilih tempat istirahat yang bersih, menghindari
minum air mentah, es, sayur mentah, salad, ikan, daging dan produk
susu mentah, buah yang tidak dikupas, air ledeng yang tidak dimasak,
dan semua makanan jalanan.
Dr. Pramita G. Dwipoerwantoro, Sp.A(K), spesialis anak dari RSPAD
Gatot Subroto, menambahkan bahwa diare sebagai penyakit paling banyak
ditemui saat mudik, mesti mendapat perhatian. Perhatian terutama
bila yang mengalaminya adalah anak-anak.
Keadaan dehidrasi yang dengan sendirinya mengikutinya, harus segera
dicegah dengan pemberian cairan elektrolit, seperti kaldu daging,
jus buah, serta asupan yang mengandung sodium dan potasium. “Bila
tidak, bisa menimbulkan kematian pada anak akibat dehidrasi,”
katanya.
Namun, kita tidak perlu takut karena diare bisa diatasi dengan
pengobatan yang tepat. Dr. Marcellus dan Dr. Pramita mengatakan
bahwa diare dalam perjalanan orang dewasa dapat diatasi dengan obat
diare loperamide yang sudah terbukti manfaat dan keamanannya berdasarkan
banyak penelitian yang dilakukan para ahli. Sedangkan pada anak-anak,
pemberian cairan dan elektrolit merupakan hal yang penting. “Tentu
sebelum bepergian lebih baik berkonsultasi dengan dokter soal penyakit
ini,” ujar Dr. Pramita. *
Source: http://www.kalbefarma.com
|