| GP FARMASI
TIDAK NAIKKAN HARGA OBAT PADA 2006
27 Jan 2006
Jakarta (ANTARA News) - Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi mengisyaratkan
pada 2006 harga obat-obatan tidak akan naik meski Pemerintah saat
ini tengah mengkaji kemungkinan menaikkan tarif dasar listrik (TDL).
"Komponen listrik dan bahan bakar minyak porsinya amat kecil
dalam memproduksi obat-obatan. Yang kita khawatirkan dampak ikutannya
seperti daya beli masyarakat yang menurun dan kenaikan upah serta
ongkos transportasi," kata Ketua Bidang Apotek GP Farmasi,
Sofiarman Tarmizi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, harga obat-obatan lebih dipengaruhi oleh nilai tukar
rupiah mengingat hampir 90 persen bahan baku obat-obatan masih diimpor.
Menurut dia, ketika rupiah mencapai level Rp10.500 per dolar AS,
para pengusaha farmasi sempat "grogi".
"Tapi untung itu tidak lama dan kini rupiah menguat terhadap
dolar AS sehingga kami harapkan harga obat tidak naik," ujar
Sofiarman.
Mengenai prospek industri farmasi tahun 2006, ia memperkirakan
tumbuh di bawah 10 persen mengingat daya beli masyarakat yang masih
rendah.
"Angkanya sekitar 9 persen seperti tahun 2005. Tahun lalu
merupakan pertumbuhan industri farmasi yang terendah selama 10 tahun
terakhir karena sebelumnya selalu di atas dua digit," ujarnya.
Tahun 2005, omset industri farmasi nasional sekitar 2,3 milyar
dolar AS atau hampir setengah persen dari omset seluruh dunia yang
diperkirakan sekitar 500 milyar dolar AS.
Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk 220 juta orang, Indonesia
merupakan pangsa pasar yang amat potensial bagi industri farmasi.(*)
Source: http://www.antara.co.id/
|