| Kadar testosteron
ibu hamil dan kemungkinan terjadinya berat badan janin lahir rendah
Jakarta, 05 April 2006
Kalbefarma - Janin dengan berat badan lahir rendah memiliki dampak
ganguan kesehatan seperti kelainan jantung, stroke, hipertensi,
diabetes tipe 2, dan berbagai jenis penyakit lainnya, dipaparkan
saat presentasi European Congress of Endocrinology in Glasgow.
Kelompok penelitian yang dipimpin oleh Dr. Sven M. Carisen dari
Universitas Trondheim menilai kadar 4 hormon endogen pada 147 ibu
hamil usia 17 dan 33 minggu kehamilan. Mereka meneliti berbagai
faktor seperti tinggi badan ibu, BMI ibu, kebiasaan merokok, kemudian
mereka menilai panjang dan berat badan bayi saat lahir.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kadar testosteron yang
lebih tinggi pada ibu hamil sangat mempengaruhi berat badan janin
yang lebih rendah dan panjang tubuh yang lebih pendek.
Dr. Carlsen mengatakan, sampai saat ini faktor nutrisi dianggap
memegang peranan penting terhadap terjadinya variasi berat badan
bayi baru lahir. Tetapi hasil penelitian terbaru ini menyebutkan
kurangnya nutrisi yang diterima janin disebabkan karena adanya perubahan
hormon. Namun hasil penelitian ini masih harus diperkuat dengan
bukti-bukti lainnya.
Menurut para ahli, perbedaan kadar testosteron pada ibu hamil menunjukkan
berbagai macam efek yang signifikan. Dampaknya hampir sama dengan
efek merokok pada ibu hamil terhadap kejadian berat badan janin
lahir rendah. Ini artinya bayi-bayi dari ibu dengan kadar testosteron
tinggi akan memiliki risiko menderita penyakit jantung dan hipertensi
yang lebih tinggi dikemudian harinya.
Source: http://www.kalbefarma.com
|