| Perubahan
Pola Hidup Pengaruhi Alzheimer
Jakarta, 03 April 2006
Gaya hidup bisa mengancam kesehatan manusia. Tapi perubahan pola
hidup juga bisa memperbaikinya, misalnya pada pasien Alzheimer.
Data menunjukkan, sekitar empat juta warga AS mengidap Alzheimer,
jumlahnya ini diperkirakan bisa terus bertambah dua kali lipat pada
2030 mendatang.
"Pasien Alzheimer akan terus meningkat kecuali ada perubahan
gaya hidup, bahkan sekarang ini orang tua cenderung cepat pikun"
kata dr Gary Small, direktur UCLA Center on Aging.
Alzheimer ini ditandai dengan menurunnya kerja sel otak yang berakibat
mempengaruhi daya ingat. Small, yang juga profesor psikiater di
UCLA's Neuropsychiatric Institute, menganjurkan mengubah pola makan
untuk mencegah Alzheimer.
"Makanan dengan gizi cukup, jangan terlalu berlemak dan atau
tinggi kolesterol. Contohnya selalu mengkonsumsi ikan satu hari
seminggu, mengelola stres dan rajin rekreasi otak. Seperti mengisi
TTS dan bermain musik. Sedikit perubahan saja bisa berpengaruh besar,"
tambah Small.
Sebelumnya Small melakukan penelitian yang melibatkan 20 pasien
yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama menjalani pola
hidup sehat. Mereka menjaga kestabilan mental dan fisik, tidak stress
dan rajin mengkonsumsi ikan. Sedangkan kelompok kedua menjalani
kebiasaan mereka tanpa aturan pola hidup sehat.
"Selama dua minggu saya amati, 75 persen pasien kelompok pertama
mengalami peningkatan daya ingat dari 20 hingga 30 persen dan tekanan
darah menurun," papar Small yang menyebutkan naiknya tekanan
darah bisa memperburuk kerja otak.
Temuan Small ini didukung Asosiasi Alzheimer, dimana salah satu
anggotanya, Catherin Bryan mengatakan ada tiga cara mencegah pikun
dini, yaitu dengan menjaga kolesterol, berat badan, rutin melakukan
olahraga fisik dan otak, selain tetap mengkonsumsi makanan sehat
untuk otak. Intinya apa yang baik untuk jantung, tentu baik untuk
kesehatan.
Source: http://www.dexa-medica.com
|