<< Back to Index News

Tiga kombinasi obat cegah stroke berat

Jakarta, 01 Mei 2006

Saat terjadi stroke iskemik, pasien sering kali mendapatkan tiga jenis kombinasi obat ACE Inhibitor, antiplatelet dan statin yang terbukti dapat menekan terjadi stroke yang berat.

Tercatat 210 pasien yang mengunjungi rumah sakit dalam waktu kurang dari 24 jam setelah serangan, setelah mereka mendapatkan tiga kombinasi obat tersebut ternyata mereka memiliki nilai skala stroke yang lebih rendah dan lesi yang lebih kecil bila dibandingkan dengan mereka yang menggunakan kombinasi obat hanya 2 macam dari tiga obat yang digunakan atau bahkan mereka yang hanya menggunakan obat anti platelet saja dan mereka yang tidak diterapi.

Pasien yang menggunakan tiga kombinasi obat tersebut juga tampaknya lebih pendek waktu penyembuhannya dan status fungsionalnya pun lebih baik.

Magdy Selim, MD, Ph.D dan timnya dari Beth Israel Deaconess Medical Center melaporkan berita ini 25 April 2006 kemarin dalam berita Neurology.

Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa penderita pre-stroke yang menggunakan kombinasi obat anti pletelet, statin dan angiotensin converting enzyme inhibitor dapat menekan stroke iskemik berat dan volume jaringan otak yang mengalami kerusakan, mereka menyebutkan.

Para ahli tersebut mengatakan bahwa stroke iskemik dapat dideteksi dengan dua cara yaitu dari gejala klinik dan penilaian radiologik, termasuk nilai skala stroke NIH, gambaran beratnya difusi, dan gambaran beratnya perfusi.

Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan tiga kombinasi obat memiliki nilai skala stroke NIH yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang menggunakan kombinasi obat lain, antiplatelet saja atau mereka yang tidak diterapi.

Informasi lain bagi penderita stroke yang menggunakan tiga kombinasi obat ternyata menunjukkan peningkatan nilai neurologik 65% bila dibandingkan dengan pasien yang penggunakan dua jenis obat antiplatelet dan ACE inhibitor 45%, 43% pada mereka yang menggunakan antiplatelet dan statin, 38% bagi mereka yang hanya menggunakan antiplatelet dan 33% bagi mereka yang tidak mendapatkan terapi.

Pasien yang menggunakan kombinasi tiga jenis obat memiliki waktu yang lebih pendek untuk tinggal di rumah sakit yaitu 1-8 hari, bila dibandingkan dengan mereka yang menggunakan antiplatelet dan statin 3-13 hari, antiplatelet dan ACE inhibitor 3-15 hari, Antiplatelet saja 2-11 hari dan pasien yang tidak diterapi 3-22 hari.

Kasus kematian di tiga rumah sakit: satu pasien dari kelompok yang menggunakan antiplatelet dan ACE inhibitor, dan 2 dari kelompok yang tidak diterapi.

Para ahli menyimpulkan bahwa efektifitas obat antiplatelet, statin dan ACE inhibitor selain sebagai antitrombotik, mengontrol kadar kolesterol dan anti hipertensi, ternyata juga memiliki efek anti inflamasi dan anti oksidan yang memiliki efek yang baik terhadap fungsi endotel pembuluh darah.

Source: www.kalbefarma.com