| 18 Jenis
Obat Antifertilitas Pria
Jakarta, 24 April 2006
Sejumlah 18 jenis tanaman obat di Indonesia berpotensi menurunkan
kesuburan atau antifertilitas pria. Dengan pengujian lebih lanjut,
tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.
Kepala Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional
(SP3T), dr Azwar Agoes, mengemukakan hal itu dalam Pertemuan Ilmiah
Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi
Indonesia, Sabtu (22/4).
Ke-18 jenis tanaman obat tersebut, di antaranya bunga kembang sepatu
(Hibiscus Rosa-sinensis L), pare (Momordica charantia), biji papaya
(Carica papaya), kunyit (Curcuma domestica), dan biji oyong (Luffa
acutangula Roxb.)
Selain itu, daun manggis (Garcinia mengostana), tapak dara (Catharantus
roseus), biji kapas (Gossypium hirtusum), cantel (Andropogon sorghum),
sitawar (Costus speciosus), dan gandarusa (Justicia gandarussa).
Uji coba pada tikus dan kelinci jantan oleh sejumlah peneliti di
Indonesia, membuktikan bahwa 18 jenis tanaman itu berkhasiat menurunkan
kesuburan.
Menurut mantan dosen Fakultas Kedokteran Unsri itu, ke-18 tanaman
itu menghambat pertumbuhan spermatozoa (spermatogenesis), menggagalkan
pematangan sperma, menghambat transportasi sperma melalui degenerasi
saluran sperma, dan menghalangi penyimpanan spermatozoa. Ekstrak
tanaman pare,, mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin triterpen
dan cucurbitacin, yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel
sperma pada tikus jantan. Tapak dara punya efek menghambat proses
pematangan sperma.
Source: Kompas
|