| Jus Buah
Ceri Lebih Baik daripada Minuman Isotonik
Jakarta, 23 Juni 2006
Seberagam apa pun minuman isotonik yang telah menyebar di pasaran,
kandungannya ternyata tak sebaik jus buah ceri. Jus ceri, bahkan,
memiliki kandungan yang lebih dibutuhkan seorang atlet, yaitu untuk
mencegah cedera otot saat beraktivitas.
Peneliti dari Universitas Vermont di Burlington, Amerika Serikat
(AS), telah melakukan percobaan terhadap 14 orang mengenai manfaat
jus ceri ini.
Ke-14 orang ini, kemudian, dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok
pertama diberi jus ceri yang dicampur dengan jus apel, sementara
pada kelompok kedua peneliti memberi jus buah-buahan lain, tanpa
dikombinasikan dengan jus ceri.
Setiap orang meminum jus ini sebanyak dua gelas sehari selama tujuh
hari dalam dua tahap, yaitu tiga hari sebelum berolahraga dan empat
hari berikutnya setelah olahraga. Hal ini, lalu, diulang pada pekan
berikutnya.
Seperti dijelaskan dalam British Journal of Sports Medicine, meminum
segelas jus ceri ini sama artinya dengan memakan 100-200 buah ceri.
Tiga hari setelah minum jus 14 orang yang menjadi objek eksperimen
diharuskan berolahraga, yang lebih difokuskan pada kekuatan otot
tangan. Angkat beban sebanyak 20 kali dilakukan hanya pada satu
tangan.
Setelah dilakukan selama dua pekan, proses ini diulang dengan menukar
perlakuan pada sampel. Mereka yang sebelumnya mengonsumsi jus ceri
dan apel untuk dua pekan berikutnya diberi jus buah lain, dan sebaliknya.
Saat olahraga, beban diangkat dengan menggunakan tangan yang belum
dilatih. Seperti eksperimen pertama, eksperimen tahap kedua ini
juga dilakukan selama dua pekan.
Seusai percobaan dilakukan, peneliti mengidentifikasi rasa sakit
yang terjadi pada otot lengan setiap orang, dengan menggunakan skala
1-10. Dari angka ini, peneliti kemudian dapat menganalisis kekuatan
otot tangan setiap orang.
Diperoleh kesimpulan bahwa kekuatan otot tangan berkurang 22 persen,
setelah berolahraga, pada mereka yang diberi jus buah tanpa ceri.
Adapun mereka yang meminum jus ceri kekuatan otot hanya berkurang
4 persen.
Indeks rasa sakit pada mereka yang mengonsumsi jus ceri juga lebih
rendah dibandingkan dengan yang meminum jus buah lainnya, yaitu
2,4 persen berbanding 3,2 persen. Selain hasil ini, pada mereka
yang meminum jus ceri diketahui bahwa kekuatan ototnya bertambah
secara perlahan setelah 96 jam.
Sebuah hasil penelitian dari Universitas Michigan menjelaskan bahwa
ceri mengandung zat bernama anthocyanins. Selain menghasilkan warna
merah pada ceri, anthocyanins ini juga yang berfungsi sebagai antioksidan.
Dijelaskan pula, anthocyanins ini memiliki efek yang lebih bagus
dibandingkan dengan aspirin sebagai obat pencegah rasa sakit. Dengan
kandungan ini pula, ceri dianalisis bisa menyembuhkan penyakit rematik.
Namun, seperti dikatakan Muralee Nair, ketua peneliti dari Universitas
Michigan, ceri tak boleh diolah dalam suhu terlalu panas karena
bisa menghilangkan anthocyanins yang dikandungnya. Selain itu, mereka
yang memiliki masalah dengan pencernaan harus berhati-hati karena
ceri juga mengandung zat asam yang juga tinggi.
Source: www.kompas.com
|