| Wanita perokok
berisiko tinggi mengalami Rheumatoid Arthritis
Jakarta, 28 Juni 2006
Kalbefarma - Asap rokok telah diketahui berhubungan erat
dengan terjadinya reumatoid artritis (RA), namun ternyata intensitas
merokok yang tinggi, lamanya dan kapan perokok menghentikan kebiasaan
merokok tersebut serta apakah rheumatoid factor (RF) orang tersebut
positif atau negatif memegang peranan yang lebih penting terhadap
terjadinya RA.
Dengan menggunakan metoda analisis prospektif dilakukan penelitian
hubungan antara merokok dengan risiko terjadinya RA terhadap 103.818
wanita di suatu pusat kesehatan. Total mereka yang menderita RA
sebanyak 680 kasus, yang didiagnosis dari tahun 1976 hingga 2002.
Para ahli tersebut menggunakan metoda tanya jawab serta mempelajari
rekam medis pasien-pasiennya. Enam persen dari mereka memiliki RF
yang positif.
Risiko terjadinya RA akan meningkat secara bermakna untuk mereka
yang perokok bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Lebih banyak jumlah rokok yang dihisap setiap harinya dan lebih
lamanya masa penggunaan rokok (kebiasaan merokok) akan mengalami
peningkatan risiko yang lebih besar lagi.
Selain itu, mereka yang perokok dan memiliki RF positif berisiko
lebih tinggi mengalami RA dibandingkan mereka yang RF nya negatif.
Risiko tersebut akan terus meningkat bila kebiasaan merokok tersebut
berlangsung hingga 20 tahun atau lebih.
Dari penelitian kohort besar yang telah dilakukan, menyimpulkan
bahwa jumlah dan lamanya memiliki kebiasaan merokok tersebut sangat
erat berhubungan dengan terjadinya RA, lebih lagi bila perokok tersebut
memiliki RF yang positif.
Source: www.kalbefarma.com
|