|
Kebiasaan minum cola tingkatkan risiko osteoporosis pada wanita
Meski belum jelas penyebabnya, namun dari suatu penelitian didapatkan
bahwa wanita berusia lanjut yang rutin mengkonsumsi cola berhubungan
dengan rendahnya densitas mineral tulang dan meningkatkan risiko
osteoporosis. Seorang ahli dari USDA Human Nutrition Research Center
on Aging menyimpulkan temuannya yang menyebutkan kebiasaan minum
cola menjadi penentu terjadinya osteoporosis.
Katherina Tucker, PhD direktur penelitian Epidemiology and Dietary
Assessment Program dari Human Nutrition Recearch Center on Aging,
Tufts University dan timnya melaporkan penelitiannya dalam American
Journal of Clinical Nutrition.
Tucker menegaskan dalam penelitian epidemiologinya bahwa wanita
yang mengkonsumsi minuman cola mengalami kejadian osteoporosis yang
lebih tinggi bila dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi
minuman cola, dan kebiasaan minum jus buah yang mereka lakukan tidak
membantu mengatasi terjadinya osteoporosis. Dalam penelitiannya
dikatakan bahwa umumnya mereka yang rutin mengkonsumsi minuman cola,
biasanya rendah asupan buah dan kalsiumnya.
Pesan dari para ahli lainnya adalah dengan mengkonsumsi nutrisi
secara lengkap dapat mempengaruhi kesehatan jantung, sedangkan sampai
saat ini belum ada bukti kongkrit tentang kebiasaan minum cola akan
berbahaya bagi tulang, Tucker mengatakan.
Dilaporkan dalam National Osteoporosis Foundation, sekitar 55%
penduduk Amerika, kebanyakan wanita berisiko mengalami osteoporosis,
suatu penyakit keropos tulang yang menyebabkan tingginya risiko
terjadinya fraktur/patah tulang.
Untuk wanita, dengan mengkonsumsi cola maka terjadi hubungan yang
erat dengan rendahnya densitas mineral tulang pada ketiga tulang
panggul, selain faktor-faktor lain yang mendukung yaitu usia, status
menopause, kalsium total dan asupan vitamin D, penggunaan rokok
dan alkohol.
Meski dari hasil penelitian mengonsumsi cola tidak mempengaruhi
densitas mineral tulang pada tulang panggul pria atau tulang spina
pada pria dan wanita.
Pria dilaporkan minum rata-rata 6 botol minuman bersoda, lima dari
6 botol minuman bersoda tersebut adalah minuman cola, dan wanita
dilaporkan mengkonsumsi rata-rata minuman bersoda sebanyak 5 botol
perminggu, dengan 4 botol dari 5 botol yang diminum adalah minuman
cola. Makin banyak minuman cola yang diminum, makin tinggi risiko
alami penurunan densitas mineral tulang. Namun tidak ditemukan hubungan
antara rendahnya densitas mineral tulang pada wanita yang banyak
mengkonsumsi minuman bersoda saja tanpa mengandung cola.
Dalam penelitiannya Tucker mengatakan bahwa wanita yang mengonsumsi
banyak minuman cola akan mengalami penurunan mengkonsumsi susu,
bila dibandingkan dengan mereka yang tidak rutin mengkonsumsi cola.
Sedangkan peneliti lainya mengatakan bahwa kalsium berasal dari
berbagai sumber, termasuk yang berasal dari bukan makanan sehari
hari, misalnya teh hijau atau kedele akan menurunkan kebiasaan wanita
mengkonsumsi cola.
Rata-rata wanita yang mengkonsumsi kalsium 1.000 miligram perhari
dan pria sebanyak 800 mg perhari akan memiliki densitas mineral
tulang yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengkonsumsi kalsium
dengan jumlah yang telah direkomendasikan yaitu 1.200 mg/hari untuk
orang usia diatas 50 tahun.
Source: www.kalbefarma.com
|