<< Back to Index News


Makanan Cepat Saji Bisa Berbahaya

Jakarta, 30 Oktober 2006

Restoran cepat saji selama ini ditengarai banyak menghidangkan makanan yang membahayakan kesehatan, seperti kolesterol asam lemak jenuh dan makanan bergaram. Berkaitan dengan itu, petugas kesehatan New York akan melarang salah satu komponen makanan yang secara potensial membahayakan kesehatan.

Bahan itu adalah asam lemak trans artifisial, yang biasa dipakai di mana orang Amerika biasa mengonsumsi sekitar 4,7 pon (pounds) setahun, berdasarkan data dari Food and Drug Administration (FDA). Petugas kesehatan di New York menyatakan, bahan yang biasa disebut lemak trans (trans fats) ini sangat tidak sehat, karena mengandung senyawa yang sama dengan makanan yang sudah busuk akibat binatang pengerat.

Board of Health akan mendengar masukan dari masyarakat, Senin (30/10) mengenai apa yang akan mereka lakukan terhadap kondisi itu. Apabila New York melarang, kota itu akan menjadi kota pertama yang melarang restoran menggunakan makanan yang mengandung lemak trans artifisial.

Sementara dari pihak KFC yang menggunakan lemak trans menyatakan akan mengumumkan pada Senin (30/10) mengenai rencana perubahan yang akan dilakukan di seluruh restoran yang dimilikinya di Amerika Serikat, yang mencapai 5.500 restoran.

Ditemukan pada awal tahun 1990-an, minyak sayur yang dihirogenasi sebagian ini dipercaya adalah substitusi dari lemak natural yang ada di alam seperti mentega atau lard. Saat ini, lemak trans juga dipakai pada produk kue.

Lemak trans secara signifikan meningkat masuk ke dalam level yang dikatakan kolesterol buruk bagi darah, menyumbat arteri dan menyebabkan kerusakan hati. Peneliti dari Harvard's School of Public Health memperkirakan bahwa lemak trans mempunyai kontribusi atas kematian 30.000 di Amerika Serikat setiap tahunnya.

"Lemak trans adalah sesuatu yang ingin kita hilangkan dari makanan," kata Dr Robert H Eckel, mantan presiden American Heart Association.

Source: suara pembaharuan