|
Diabetes dan Depresi Tingkatkan Resiko Kematian
Jakarta, 11 Mar 2007
Penyakit jantung, diabetes dan depresi dapat menjadi
kombinasi mematikan, menurut hasil penelitian, yang menunjukkan
bahwa bagi orang yang menderita penyakit pembuluh darah, maka kehadiran
diabetes atau depresi dapat meningkatkan resiko kematian akibat
serangan jantung.
Resiko itu bahkan lebih besar ketika baik diabetes
maunpun depresi muncul, peneliti melaporkan hari ini, Minggu (11/3),
di pertemuan tahunan Kelompok Psykosomatik Amerika di Budapest,
Hongaria.
Dr. Lana L. Watkins dan rekan-rekannya di Universitas
Duke, di Durham, Karolina Utara, meeliti sekitar 907 pasien yang
menderita penyakit pembuluh daraj, yang muncul ketika arteri yang
memasok darah ke otot jantung mengeras dan menyempit.
Sekitar 325 pasien juga menderita diabetes tipe
2. Seluruh pasien diukur tingkat depresinya dengan menggunakan metode
yang telah memperoleh standarisasi. Selama lebih dari empat tahun
para pasien diikuti kehidupannya, dan sekitar 135 orang diantaranya
meninggal.
Penelitian itu menunjukkan bahwa depresi dan diabetes
terkait dengan meningkatnya resiko kematian, tidak terkait dengan
usia, jenis kelamin, berat badan dan fungsi jantung.
Diantara para penderita diabetes dengan penyakit
pembuluh jantung, mengalami sejumlah gejala depresi dapat meningkatkan
resiko menjadi 25 persen, menurut laporan itu. Namun, para peneliti
terkejut ketika menemukan fakta bahwa depresi ringan tidak mempengaruhi
kemampuan bertahan hidup, kata Watkins.
"Batas bawahnya adalah dampak dari resiko
bila dikaitkan dengan pasien diabetes yang juga menderita penyakit
pembuluh jantung dan sejumlah depresi," kata Watkins.
Source: www.kapanlagi.com
|