|
Ingin Menghindari Kanker Usus? Makanlah Buah
Jakarta, 22 Mar 2007
Para peneliti dari University of North Carolina,
AS, menyimpulkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi buah dan mengurangi
daging, kecil risikonya terkena kanker kolon atau usus.
Hasil penelitian itu sekaligus menguatkan riset
lain yang menyebutkan daging akan meningkatkan risiko terkena kanker,
terutama kanker kolon.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of
Nutrition ini melibatkan 725 orang yang baru menjalani pemeriksaan
teropong usus (colonoscopies). Mereka ditanyai soal kebiasaan makan,
rokok dan sebagainya. Dari seluruh responden tersebut, 203 orang
mengalami adenomas, yakni polip di usus yang sering berkembang menjadi
tumor.
Setelah jawaban para responden dianalisa, mereka
dibagi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang makan banyak buah
dan sedikit daging, mereka yang banyak makan sayuran dan cukup daging,
serta mereka yang banyak makan daging.
Orang-orang yang berada dalam kelompok pemakan
daging, baik sering atau jumlahnya sedang, ternyata 70 persen memiliki
polip, dibanding dengan mereka yang banyak makan buah dan sedikit
daging. Jumlah responden yang sering mengonsumsi buah dan jarang
makan daging, hanya 18 persen yang mengalami polip.
"Banyak studi yang menemukan manfaat dari
konsumsi buah dan sayur. Tetapi lebih banyak lagi studi yang mengatakan
tidak ada kaitan antara buah dan sayuran dengan risiko terkena neoplasm
(tumor dan pra tumor) usus," kata tim peneliti.
Penyakit kanker kolon merupakan penyebab kematian
nomor satu di AS akibat kanker. Di perkirakan korban yang meninggal
akibat penyakit ini mencapai 52.000 orang di tahun 2007. Di Indonesia,
penyakit ini termasuk dalam penyakit kanker yang paling sering dijumpai.
Gejala kanker kolon adalah perubahan pada buang
air besar, terdapat darah pada buang air besar, nyeri perut, penurunan
berat badan dan disertai rasa badan lemah.
Untuk melakukan diagnosa kanker kolon, biasanya
dokter akan melakukan pemeriksaan kolonoskopi yang dilakukan dengan
memasukkan pipa lentur yang dilengkapi dengan kamera dan jarum biopsi.
Melalui pemeriksaan ini selaput lendir usus besar dapat dilihat
dan bagian yang mencurigakan dapat dipotret serta dibiopsi (diambil
sedikit jaringan).
Source: www.kompas.com
|