|
Diabetes, Pembunuh Utama Setelah AIDS
Jakarta, 15 Apr 2007
Diabetes mellitus (DM) atau yang sering disebut
sebagai penyakit gula darah, saat ini menjadi ancaman utama penduduk
Indonesia, setelah HIV/AIDS. Sampai saat ini, penderita diabetes
di Indonesia mencapai 5-7 persen (14 juta) dari 230 juta penderita
di seluruh dunia.
Angka ini akan terus meningkat tajam jika tidak
dibarengi dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat.
"Penderita diabetes dunia diperkirakan akan meningkat menjadi
350 juta jiwa tahun 2025 dengan jumlah penambahan enam juta jiwa
per tahun," ujar Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia)
Prof Dr Sidartawan Soegondo, SpPD, dalam diskusi memperingati 50
tahun obat diabetes oral Metformin (Glucophage) di Jakarta, Minggu
(15/4).
Diabetes disebut sebagai "pembunuh utama,"
kata Sidartawan, karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi fatal
jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Gawatnya lagi
jika tidak diiringi dengan perubahan gaya hidup yang baik, terutama
dalam soal mengonsumsi makanan dan kegiatan jasmani.
"Berdasarkan data terakhir, penyebab kematian
terbesar di Indonesia adalah karena jantung koroner. Dan sebagian
besar di antara mereka, sekitar 70-80 persen, adalah penderita diabetes,"
ungkap dokter spesialis diabetes itu.
Epidemi Terbesar
Memang, lanjutnya, risiko kematian penderita diabetes
4-5 kali lebih besar dibanding yang nondiabetik, dengan penyebab
kematian 50 persen akibat komplikasi jantung koroner dan 30 persen
akibat gagal ginjal. Selain kematian, imbuhnya, diabetes juga menyebabkan
kecacatan.
"Sekitar 30 persen penderita diabetes mengalami
kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10 persen harus menjalani
amputasi tungkai kaki," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Dr Risa Anwar, MD, medical
consultan PT Merck, produsen Metformin (Glucophage). Kata dia,
diabetes akan menjadi epidemi terbesar yang pernah dialami manusia.
Posisi ini membuat diabetes memiliki tingkat penyebab
kematian yang sama dengan HIV/AIDS. Bedanya, penderita AIDS proses
kematiannya berlangsung cepat, sementara diabetes mati pelan-pelan.
Namun, ini bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup
dan pemberian obat yang tepat. Salah satunya Glucophage yang baik
juga untuk kesehatan jantung, juga baik untuk pre-diabetes atau
orang yang berpotensi diabetes.
Perubahan gaya hidup, saran Risa, bisa dilakukan
oleh penderita diabetes maupun pre-diabetes mulai dari hal-hal kecil.
"Semakin banyak gerak semakin baik, karena berat badan berkurang
satu kilogram saja bisa ikut mengurangi risiko diabetes," tandasnya.
Gejala
Namun, lanjutnya, bagi penderita diabetes, tak
cukup hanya dengan melakukan perubahan gaya hidup tanpa mengonsumsi
obat penangkal diabetes yang tepat.
Menurut Risa, selain selalu merasa haus dan lapar,
serta sering buang air kecil, ada lima ciri orang yang potensial
kena diabetes.
Source: www.suarapembaruan.com
|