|
Kopi Kurangi Risiko Diabetes?
Jakarta, 02 Mei 2007
Selama ini kopi terlanjur "dicap" sebagai
minuman yang tidak menyehatkan. Namun dalam sebuah pertemuan ilmiah,
para ahli justru menyatakan kopi mungkin
bisa mencegah diabetes tipe dua, bahkan mengurangi risiko terjadinya
beberapa jenis kanker.
Dalam pertemuan yang membahas tentang manfaat dan
risiko kopi tersebut, Dr.Rob van Dam dari Harvard School of Public
Health, menyampaikan hasil penelitiannya mengenai konsumsi kopi
dan diabetes. "Kita berada dalam situasi di mana kopi memiliki
citra yang buruk bagi kesehatan," katanya.
Dr.Lenore Arab dari Sekolah kedokteran UCLA juga
ambil bagian dalam pertemuan Experimental Biologi 2007 itu. Ia mempresentasikan
hasil risetnya yang menganalisa 400 studi yang meneliti tentang
kopi dan manfaatnya terhadap risiko kanker.
Menurutnya ada bukti mengapa minuman tersebut mungkin
bisa melawan kanker, terutama kanker usus, dubur dan kanker hati.
Diduga kopi mengurangi kadar kolesterol, asam empedu dan mengeluarkan
sterol di usus besar secara alamiah,
mempercepat pembuangan kotoran di usus besar (sehingga mengurangi
kotensi penyebab kanker di dalam makanan), dan juga melalui mekanisme
lain. Namun menurut Arab, ditemukan dampak buruk kopi, yakni meningkatkan
risiko leukimia dan kanker perut.
Ditambahkan oleh van Dam, meski ditemukan manfaat
kopi, tapi orang-orang yang beresiko seperti wanita hamil dan anak-anak
sebaiknya mengurangi konsumsi kopi.
Saat ini van Dam dan timnya sedang melakukan uji
klinik untuk mengetahui manfaat kopi dalam pencegahan diabetes,
yang pertama kali dilaporkan tahun 2002. Sejak itu, ia menyatakan
tak kurang ada lebih dari 20 kajian mengenai topik yang sama.
Ia dan timnya sedang meneliti ratusan bahkan ribuan
komponen kopi yang diduga menyebabkan efek tersebut (mengurangi
diabetes). "Mungkin bukan kafein, karena minum kopi berkafein
dan non kafein memiliki efek yang sama dalam mengurangi risiko diabetes,"
katanya. Asam chlorogenik merupakan kandidat terkuat, yang berfungsi
sebagai antioksidan yang bekerja mengurangi penyerapan glukosa di
dalam usus.
Source: www.kompas.com
|