|
Mengapa luka sulit disembuhkan pada penderita diabetes ?
Jakarta, 11 Mei 2007
Seseorang yang menderita diabetes sering mengalami
kesembuhan luka yang lambat atau terbatas. Endothelial progenitor
cells (EPCs), yang diperoleh dari sumsum tulang belakang, secara
normal berpindah ke tempat luka dan merupakan hal esensial dalam
pembentukan pembuluh darah dan penyembuhan luka.
Dalam suatu studi yang dilaporkan pada Journal
of Clinical Investigation edisi 1 Mei 2007, Omaida Velazquez
dan koleganya dari University of Pennsylvania Medical Center
mengungkapkan bagaimana sejumlah EPCs yag penting ini menurun dalam
sirkulasi dan pada tempat luka penderita diabetes.
Peneliti menguji pada tikus diabetes dan menemukan
bahwa peningkatan kadar oksigen (hiperoksia) mendorong pergerakan
EPCs dari sumsum tulang belakang ke sirkulasi darah perifer. Kadar
oksigen tinggi meningkatkan aktivasi enzim sumsum tulang belakang
eNOS, yang menstimulasi produksi nitrit oksida, yang membantu memproduksi
lebih banyak EPCs.
Namun demikian, suntukan lokal faktor alfa 1 sel
stroma (SDF-1 alpha) diperlukan untuk mangambil EPCs ini
dari sirkulasi darah ke lokasi luka. Kehadiran EPCs yang meningkat
pada lokasi luka menghasilkan percepatan penyembuhan luka. Peneliti
menyimpulkan bahwa kegagalan aktivasi eNOS dan penurunan pembentukan
SDF-1 alpha pada diabetes yang bertanggung jawab pada kerusakan
dari penyembuhan luka penderita diabetes.
Harold Brem dari Columbia University dan
Marjana Tomic-Canic dari Cornell University, memberikan
komentar yang menguatkan bahwa pengobatan masa depan, termasuk perbaikan
aktivasi EPCs melalui terapi hiperbarik dan perbaikan pangalokasian
EPC melalui pemberian SDF-1 alpha, dapat secara bermakna
mempercepat penyembuhan luka penderita diabetes dengan cara perbaikan
kekurangan jumlah EPCs pada luka penderita diabetes.
Source: www.kalbefarma.com
|