| Penyakit Menular
Menkes: Flu Burung Tidak Menular dari Manusia ke Manusia
Penulis: wijyadi vijay
SOLO--MIOL: Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari menyatakan virus
flu burung tidak menular dari manusia ke manusia. Karena itu masyarakat
yang ikut memakamkan jenazah Rini Dina, ibu rumah tangga yang terindikasi
flu burung tidak perlu khawatir tertular.
Menkes menanggapi keresahan warga sekitar makam Cantung, Semarang,
tempat jenazah Rini dimakamkan. Kekhawatiran itu muncul karena peti
jenazah dan pembungkusnya dibuka sebelum kuburnya ditimbuni tanah.
Siti Fadila kemarin melakukan sidak ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk
mengetahui keseriusan rumah sakit itu memberikan pelayanan terhadap
pasien keluarga.
"Membuka pembungkus jenazah tidak dilarang, meskipun jenazah
terindikasi flu burung. Tak perlu khawatir, karena penularan virus
flu burung tidak dari manusia ke manusia," katanya.
Rini meninggal di RS Internasional Bintaro Tangerang, karena terinfeksi
virus flu burung. Untuk memastikan penyebab kematiannya, saat ini
spesimennya sudah diambil dan diperiksakan ke Hongkong. Diperkirakan
hasilnya bisa dilihat lima hari lagi.
Kematian perempuan yang tinggal di Jalan Radin, Kelurahan Petukangan
Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu, oleh pihak rumah
sakit sebelumnya disebutkan karena pnemonia berat atau radang paru-paru
akut.
Siti Fadila yang juga mengunjungi beberapa Puskesmas meminta para
petugas kesehatan tetap melayani masyarakat miskin meskipun mereka
tidak memiliki KTP. Selain itu ia juga menegaskan
pendapatan Puskesmas mulai tahun depan menjadi milik Puskesmas
secara utuh. Jadi, tanpa harus menyetor 50 ke pemerintah daerah
sebagai pendapataan asli daerah (PAD).
"Ya, supaya pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat miskin
menjadi semakin baik," ujarnya.
Menkes juga menyarankan Wali Kota Solo Joko Widodo mengurangi jumlah
penduduk miskin kota yang masih sekitar 30 dari jumlah total 580
ribu jiwa. Dengan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Solo,
kesehatan akan lebih terkelola dengan baik. Ini akan mengurangi
beban pemerintah pusat dalam memberikan subsidi dana kesehatan untuk
warga miskin.
Data dari RSUD menyangkut pelayanan pasien yang dibiayai JPKMM
2005 sejak Januari - Agustus untuk pasien rawat jalan sejumlah 6.619
orang dengan pembiayaan Rp506.730.470. Untuk rawat inap selama delapan
bulan 3.544 dengan total pembiayaan Rp7.501.214.684. (WJ/OL-02)
Source: www.mediaindo.co.id
|