<< Back to Index News

Hidup Nyaman Tanpa Wasir

Jakarta, 14 Aug 2007

Selain dengan berolahraga secara teratur, setiap orang harusnya mengonsumsi makanan, minuman dan buah-buahan yang sehat serta banyak mengandung serat, seperti buah pepaya, melon, dan pisang.

Daripada terkena wasir, lebih baik menghindarinya. Karena begitu terserang ambeien (yang juga dikenal sebagai hemmaroid) rasa sakitnya tak terlupakan. Wasir disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah pada anus. Penderita wasir biasanya menderita yang teramat sangat saat buang air besar (BAB).

Siapa yang berisiko wasir? Menurut dr Siselia Titis Iramawati, dari RS Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, orang yang terlalu banyak duduk. Penyebab ambeien, kata Siselia, adalah pelebaran pembuluh darah vena yang menuju anus. Karena pelebaran ini, penderita akan merasa sulit dan sakit saat BAB. ''Orang yang selalu mengalami pendarahan saat BAB, besar kemungkinan menderita wasir,'' kata dr Siselia kepada Republika.

Wasir dibagi dalam dua jenis, yaitu ambeien internal (internal hemmorroid) dan ambeien eksternal (external hemmorroid). Ambeien internal terjadi karena pembengkakan dalam rektum yang tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan ini tidak menimbulkan rasa sakit, sebab hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar.

Siselia mengatakan, orang yang mudah mengalami ambeien antara lain karena mengangkat beban terlalu berat atau berlebihan, terlalu lama duduk, dan faktor makanan. ''Terutama mereka yang sering makanan pedas dan pola makan yang salah. Selain itu, orang bersangkutan juga jarang melakukan olahraga secara teratur,'' ujarnya.

Umumnya, lanjut Sisilia, orang yang terserang wasir adalah mereka yang terbiasa mengangkat beban, cara makan yang tidak teratur dan kurang mengonsumsi makanan yang berserat, kurang berolah-raga, dan duduk terlalu lama. Selain itu, faktor lainnya adalah faktor bawaan (genetik) dan wanita sehabis melahirkan.

''Bagi pekerja keras seperti orang yang banyak mengangkat beban, sopir dan pekerja lain yang memerlukan banyak duduk, dianjurkan melakukan aktivitas lain selain duduk, misalnya jalan kaki menuruni atau menaiki tangga,'' jelasnya. Dia menyarankan, aktivitas jalan kaki ini dapat dilakukan sebanyak kurang lebih 6-10 ribu langkah.

Menurutnya, aktivitas berjalan kaki atau lari mampu merangsang peredaran darah secara maksimal, selama dilakukan secara rutin. Dengan aktivitas yang rutin, gejala-gejala terjadinya gangguan pada peredaran darah dapat dihindarkan.

Selain dengan berolahraga secara teratur, Siselia juga menganjurkan agar setiap orang mengonsumsi makanan, minuman dan buah-buahan yang sehat serta banyak mengandung serat, seperti buah pepaya, melon, dan pisang.

''Intinya, hidup sehat itu menjaga pola hidup secara sehat juga, misalnya mengonsumsi makanan dan minuman yang juga sehat. Hindari rokok, kopi, alkohol, dan tidur atau istirahatlah yang cukup serta rajin berolahraga secara teratur,'' sarannya.

Source: www.republika.co.id