|
|
|
|
NEWS
 |
ASI Kurangi Risiko Diabetes
Memberikan ASI eksklusif pada bayi
telah diketahui memiliki banyak keuntungan. Salah satu
yang baru terungkap adalah mengurangi risiko terkena
diabetes tipe II di usia dewasa. |
| More |
|
 |
Makanan Cepat Saji Bisa Berbahaya
Restoran cepat saji selama ini ditengarai
banyak menghidangkan makanan yang membahayakan kesehatan,
seperti kolesterol asam lemak jenuh dan makanan bergaram.
Berkaitan dengan itu, petugas kesehatan New York akan
melarang salah satu komponen makanan yang secara potensial
membahayakan kesehatan. |
| More |
|
 |
Sangat Berbahaya Merokok di Mobil
Wellington, Minggu - Para ilmuwan peneliti
Selandia Baru menghimbau agar pemerintah mau mengeluarkan
peraturan melarang merokok didalam mobil, karena mengancam
kesehatan penumpang lainnya yang tidak merokok, kanak-kanak
khususnya, demikian dilaporkan oleh media massa setempat. |
| More |
|
 |
Gangguan
Perut Tingkatkan Resiko Penyakit Lain
Temuan dari sejumlah studi menunjukkan
pasien sindrom gangguan perut (irritable bowel syndrome) menghadapi resiko lebih besar terserang migrain, depresi
atau fibromyalgia, kondisi kelelahan kronis, nyeri otot
dan gangguan lain. |
| More |
|
 |
Anak
Autis Miliki Tingkat Kolesterol Rendah
Banyak anak autis memiliki tingkat kolesterol yang
sangat rendah, demikian isi laporan di American Journal
of Medical Genetics. Tingkat kolesterol yang rendah
itu mungkin memainkan peran dalam perkembangan spektrum
penyimpangan autis. |
| More |
|
 |
Kerja
Shift Berkaitan Dengan Kanker
Para pekerja yang mendapatkan jadual kerja shift menurut
tim peneliti dari Jepang akan membuat sang pekerja akan
berisiko mengalami kenaikan penyakit kanker prostat.
Dari sisi jam kerja, para pekerja yang mendapatkan shift
malam ternyata akan mengalami resiko tertinggi dibandingkan
dengan mereka yang bekerja secara normal. |
| More |
|
 |
Penggunaan
obat batuk pada anak
Batuk merupakan gejala yang paling mengganggu pada
anak dengan infeksi akut saluran nafas atas. Dalam praktek
sehari-hari peresepan obat batuk seringkali tidak didasarkan
pada pemahaman dan pertimbangan yang baik mengenai manfaat
dan risikonya sehingga terjadi penggunaan obat batuk
yang kurang rasional. Contoh yang sering terlihat sehari-hari
ialah peresepan terlalu banyak jenis obat batuk dalam
satu resep (polifarmasi) dan/atau penggunaan dosis yang
terlalu tinggi, dikatakan dr. Rianto Setiabudy, saat
seminar Startegi Pendekatan Klinis Secara Profesional
Batuk pada Anak, 25 Juli 2006 lalu, di Jakarta. |
| More |
|
|
|