|
Pasien Flu Burung Jadi Enam Orang
Jakarta (Bali Post)
Menkes Siti Fadilah Supari mengatakan, saat ini ada enam pasien yang dirawat RS Sulianti Saroso yang dicurigai terinfeksi virus avian influenza (AI -- flu burung). ''Yang dua sudah hampir pasti mengidap flu burung karena didapat sero positif,'' katanya, Selasa (20/9) kemarin.
Sementara empat pasien lainnya masih dalam tahap observasi, namun gejalanya memang mirip flu burung. Dua pasien yang positif dinyatakan terinfeksi flu burung adalah MG (6) dan F (8). ''Terhadap empat pasien masih belum ditemukan bukti-bukti laboratorium dan kita tetap observasi terus dan mengambil sampel darahnya,'' katanya.
Menkes menyatakan pemerintah sampai saat ini masih terus mencari penyebab apa yang sangat berpotensi menjadi faktor meluasnya flu burung itu. Dikatakannya, jika melihat apa yang terjadi di Kebun Binatang Ragunan di mana virus mematikan itu juga menyerang burung-burung yang ada di kandang, maka semakin sulit dicari penyebabnya setelah sebelumnya virus itu diduga ditularkan lewat ayam.
Terkait pasien flu burung, Menkes menyebutkan RN (3), warga Sunter Jaya, Jakarta Utara; AS (28), petugas Taman Margasatwa Ragunan (TMR); AM (39), pedagang asongan di TMR; F (9), warga Petukangan Jakarta Selatan; MG (7) dan WL (3). Dua dari enam pasien yang kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso yakni MG dan F dinyatakan positif berdasarkan pengujian awal, sedangkan empat pasien lainnya statusnya masih dalam penyelidikan atau under investigation.
Dikatakannya, upaya lain pemerintah menanggulangi flu burung dengan mendatangkan 10.000 obat antivirus oseltamivir yang akan tiba di Indonesia dalam dua atau tiga hari ini. Kedatangan obat ini akan menambah stok pemerintah yang mencapai 2000-3000 obat. ''Indonesia sebagai negara terkena flu burung diberikan prioritas mendapatkan obat itu. Oseltamivir adalah satu-satunya obat yang direkomendasikan WHO untuk mengatasi flu burung,'' tandasnya.
Menkes sebelumnya menyatakan anggaran untuk penanganan kejadian luar biasa (KLB) flu burung belum disetujui oleh DPR. Pemerintah mengajukan Rp 158 milyar untuk keperluan ini. ''Biar Menko Kesra (Alwi Shihab) yang urus anggaran,'' katanya.
Menkes menjelaskan, mereka yang dicurigai terinfeksi virus flu burung mendapat pengobatan gratis di RS Sulianti Saroso. Sejauh ini ada enam orang yang diduka terinfeksi dan dirawat di rumah sakit itu. ''Empat orang masih diobservasi, dua positif,'' ujarnya.
Jangan Panik
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat tidak perlu panik dengan munculnya wabah virus flu burung. Jika dibandingkan kejadian di wilayah ASEAN, jumlah korban di Indonesia masih kecil -- empat orang meninggal -- sementara di Vietnam sudah 38 orang tewas, Thailand di atas sepuluh orang yang meninggal. ''Meski demikian, Presiden mengharapkan masyarakat dan seluruh pemda tetap waspada. Untuk itu, Presiden meminta kasus flu burung di-update tiap hari agar bisa diikuti perkembangannya. Memang, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap masalah flu burung ini,'' ungkap Menko Kesra Alwi Shibab usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Jakarta, Selasa kemarin.
Pemerintah, lanjut Menko Kesra, akan menyediakan berapa pun dana yang diperlukan, baik yang diperoleh dari dana cadangan maupun internasional untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran virus flu burung. ''Soal dana pemerintah tak merisaukannya, lebih risau melihat virus ini secara cepat dan tepat harus diselesaikan. Jadi, kita tak bicara jumlah kuantitatif jika sekiranya perlu sekian milyar ya... disediakan uangnya,'' tegasnya.
Ditambahkannya, dana sebesar itu kini ada di Departemen Kesehatan atau Pertanian bahkan ada dana lain seperti dana bencana alam yang akan dipakai demi pencegahan dan pengobatan yang lebih serius lagi. Presiden juga meminta agar kerja sama dengan dunia internasional ditingkatkan seperti pertukaran ahli juga anggaran.
''Jadi arahan Presiden, baik Departeman Kesehatan, Departemen Pertanian bahkan dana cadangan bencana semua bisa digunakan untuk pencegahan. Kita belum bicara secara kuantitafif karena apa pun yang terjadi dan membutuhkan pendanaan, pemerintah akan mengupayakan, apakah dari dana yang sudah atau kerja sama kita dengan international agency karena ini adalah keprihatinan global,'' jelasnya serius.
Source: http://www.balipost.co.id
 |
 |
|