<< Back to Index News

'PCOS' Ancam Wanita Obesitas

30 October 2006, Jakarta

Wanita yang memiliki berat badan diatas normal bahkan cendrung obesitas akan mengalami resiko besar terkena `Polycystic Ovary Syndrome` (PCOS). Resiko itu setidaknya ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Francisco Alvarez-Blasco, M.D dari `Hospital Universitario Ramon y Cajal`, Madrid, Spanyol.

Francisco Alvarez-Blasco, mengevaluasi 113 wanita yang menjalani terapi penurunan berat badan sejak Mei 2002 sampai Desember 2005.

Hasil penelitian Francisco Alvarez-Blanco itu dipublikasikan melalui `Archives of Internal Medicine` dengan menyebut wanita Spanyol yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas akan mengalami resiko lima kali lebih tinggi terkena 'PCOS'.

`Polycystic ovary syndrome` merupakan sebuah gejala yang memberikan indikasi penurunan kesuburan dan memberikan kontribusi sejumlah penyakit lain.

'PCOS' akan mulai terlihat saat rahim mulai menunjukkan ketidakfungsianya dan membuat hormon sex wantia `androgen` menjadi menurun.

Gejala PCOS biasanya bisa berupa datangnya masa mentruasi yang tidak tetap, jerawat dan pertumbuhan rambut yang berlebihan.

Dampak PCOS secara langsung akan menimpa kesehatan sistem reproduksi wanita dan secara tidak langsung akan memberikan dampak seperti `sleep apnea`, rendahnya kualitas hidup, resiko terkena diabetes sampai penyakit jantung.

Setengah dari 113 wanita yang menjadi bahan evaluasi Francisco Alvarez-Blasco merupakan obesitas.

Para wanita ini terdiagnosa mengalami 'PCOS' setelah tes menunjukan bahwa sel telur yang dihasilkan terus menurun jumlahnya termasuk rendahnya hormon androgen.

32 orang dari 113 wanita ataau 28.3 persen dipastikan terkena 'PCOS' dan 6.5 persen dinyatakan tidak terkena PCOS.

Satu hal yang menarik, Francisco Alvarez-Blasco melihat bahwa para penderita PCOS ini sudah melanda para remaja putri dimana salah satu indikasinya adalah resistensi insulin yang dialami sang remaja putri.

Resistensi insulin akan membuat tubuh kesulitan menghasilkan insulin untuk menjadi glukosa sebagai energi.

Studi yang dilakukan oleh Franciso Alvarez-Blasco mendapatkan dukungan dari `the Fondo de Investigacion Sanitaria, Instituto de Salud Carlos III`.

Diperkirakan 70 persen wanita penderita PCOS akan mengalami kesulitan untuk hamil dan jika seorang wanita terindikasi terkena PCOS diharapkan mereka mau menurunkan berat badan selain terapi memberikan siklus mentrusasi yang normal.

Source: www.jaknews.com