<< Back to Index News

Penjelasan Teknis Dalam Rangka Indonesia Menyatakan Wabah Polio

19 May 2005

Dengan dinyatakannya wabah penyakit Polio, baik oleh Pemerintah Indonesia maupun oleh internasional (WHO), maka ada beberapa hal-hal yang perlu diketahui masyarakat.

  1. Penyakit Polio merupakan penyakit anak, terutama balita. Terdapat 3 tipe virus Polio, Polio-1, Polio-2 dan Polio-3. Polio-3 yang juga pernah hidup di Indonesia lebih dari sepuluh tahun yang lalu memang merupakan tipe yang jarang. Polio-1 adalah jenis yang paling sering ditemukan di dunia saat ini.
  2. Penyakit Polio dan penyakit lain yang juga bergejala panas dan kelumpuhan mendadak (walau tak permanen) digolongkan dalam Accute Flaccid Paralysis (AFP). Penyakit AFP bisa terjadi pada usia anak s/d dewasa muda (0-15 tahun).
  3. Apabila mengalami gejala AFP (kelumpuhan mendadak) sebaiknya melaporkan kepada puskesmas / Rumah Sakit setempat, untuk diambil sample tinjanya lalu diperiksa lebih lanjut ke Laboratorium Polio Nasional yang ada di 3 kota di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kegiatan surveilans AFP ini bertujuan untuk mendeteksi apakah mengandung virus Polio liar (bukan akibat imunisasi) atau virus non-Polio. Pemeriksaan ini pada umumnya membutuhkan waktu 28 hari. Kualitas Surveilans Polio di Indonesia dinilai cukup baik.
  4. Sehubungan dengan wabah saat ini pemerintah akan mengadakan Imunisasi Wabah Polio (Mopping-Up atau Sub-PIN) di tiga propinsi yaitu: Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Semua anak usia 0-59 bulan (Balita), tanpa kecuali akan serentak diimunisasi di wilayah tersebut, tanpa memandang apakah sudah pernah diimunisasi Polio atau belum. Setiap balita akan menerima dua kali imunisasi dengan jarak antara sebulan. Hampir tidak ada gejala yang berat akibat imunisasi ini. Demam bisa diatasi dengan obat penurun demam biasa. Anak usia diatas 5 tahun dan dewasa tidak perlu menjadi target imunisasi.
  5. Putaran I akan diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2005, dan putaran kedua pada tanggal 28 Juni 2005. Setiap balita yang tinggal di ketiga wilayah tsb, tanpa memandang kewarganegaraan, harus mengalami kedua putaran tersebut. Pada hari-hari tersebut imunisasi serentak dilakukan pada pos-pos PIN, yang lokasi-lokasinya akan diberitakan seluas-luasnya pada setiap desa. Kemudian keesokan harinya akan dilakukan kunjungan kesemua rumah untuk meyakinkan bahwa semua balita telah terimunisasi, dan menemukan balita yang mungkin belum terjaring pada hari pertama.
  6. Apabila ada balita yang juga belum mendapat pelayanan, misal karena tidak ditempat, maka hari-hari berikut, dengan perjanjian, balita ybs akan dikunjungi kembali oleh petugas.
  7. Proteksi terhadap penyakit Polio sebenarnya telah dilakukan pada saat bayi mendapat Paket Imunisasi Dasar (Untuk mencegah penyakit-penyakit TBC, Polio, Diptheria, Pertusis atau Batuk Rejan, Tetanus, Hepatitis dan Campak). Imunisasi Polio Dasar yang lengkap adalah 4 kali, yaitu. saat bayi lahir (Polio-), usia 3 bln (Polio-1),usia 4 bln (Polio-2) dan usia 5 bln (Polio-3). Dengan lengkap 4 kali dimaksudkan bayi dapat menyusun antibodinya dengan maksimal, untuk suatu proteksi 5-10 thn.
  8. Mop-up ataupun PIN adalah merupakan suatu imunisasi suplementasi, bertujuan untuk menghilangkan virus liar yang masih ada di daerah/wilayah ybs. Kegiatan mana memerlukan duakali pemberian (minimal) dengan selang antara satu bulan.
  9. Pada kasus wabah saat ini, selain mop-up juga perlu dilakukan peningkatan pemantauan apakah semua bayi telah mendapat imunisasi dasar lengkap, serta apakah semua AFP dilaporkan dan dideteksi bahwa tidak mengandung virus Polio liar.
  10. Cek kembali apakah dalam keluarga apakah masih ada anak usia di bawah 3 tahun yang belum lengkap imunisasi dasarnya (untuk imunisasi lain selain Polio). Selekasnya imunisasi dasar ini dilengkapi.. Apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan isu wabah Polio dan imunisasi Polio yang masih belum jelas, dapat menghubungi:

* 1. dr Sri Durjati Boedihardjo
USAID/BHS 021-34359409
sboediharjo@usaid.gov
* 2. dr Mohamad Sholah Imari
DepKes/P2MPLP (untuk surveilans) 021-4247573
afp.ppmplp@depkes.go.id
* 3. dr Jane Soepardi
DepKes/P2MPLP (untuk imunisasi)
021-4257044 / 4249024


Source: www.depkes.go.id